Wednesday, November 5, 2008

Kualiti ummah masa lalu

Assalamu'alaikum wbth,

Saya berkesempatan membaca kitab yang ditulis oleh Sh. Abbas Assisi bertajuk At-toriq ilal qulub. Beliau menjelaskan bahawa, pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Basya Al-Qanuni, Sultan Turki, pernah diiklankan peluang kerja untuk menjadi seorang imam Masjid Istanbul. Syarat-syarat yang dicantumkan dalam iklan tersebut adalah:

1. Menguasai bahasa Arab, Latin, Turki, dan Persia
2. Menguasai Al-Qur'an, Injil, dan Taurat
3. Menguasai Ilmu Syariat
4. Menguasai Ilmu Alam, Matematik, dan mampu mengajarkannya
5. Pandai menunggang kuda, bermain pedang, dan berperang
6. Berpenampilan menarik
7. Bersuara indah.

Komentar:

1. Inilah format iklan untuk jabatan imam masjid, pada kurang lebih 400 tahun lalu. Kita mencatat bahwa syarat-syarat yang dicantumkan dalam iklan tersebut —walaupun sangat sulit, bahkan mustahil dipenuhi untuk ukuran sekarang— kala itu merupakan syarat yang biasa dan wajar. Islam ketika itu tengah mencapai masa puncak kejayaannya.

2. Tak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum; tidak ada pemisahan antara ulama dan mujahid.

3. Dalam catatan sejarah ini terlihat bahwa jabatan imam masjid adalah jabatan prestij kerana peranan yang harus dimainkan sangat penting dalam penyebaran dakwah. Bila masyarakat Islam kita umpamakan dengan satu tubuh, maka sel tubuh pertama yang menjadi inti kehidupannya adalah masjid. Perhatian kaum muslimin terhadap masjid selalu adasepanjang sejarah keemasan Islam.

4. Kekuatan ruhani yang terpancar dari masjid itulah kekuatan yang berpengaruh demikian dalam pada kehidupan masyarakat. Kekuatan inilah yang membentuk akal dan perasaan mereka sepanjang masa.


Kesimpulan
Marilah sama-sama kita mempersiapkan diri kita dengan kualiti-kualiti mereka agar Islam dapat sekali lagi menjadi mahaguru kepada sekalian alam.

MASA DEPAN ADALAH UNTUK ISLAM, HARI ESOK ADALAH UNTUK ISLAM

1 comment:

PENDEKAR said...

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

masih ada kah orang seperti yang diiklankan itu?

`Jika Allah SWT memberi hidayah kepada seorang lelaki lantaran anda, itu lebih baik bagimu daripada apa yang disinari matahari' HR At Tobrani